Minggu, 21 Juni 2015

Ramadhan & Lima Ratusan Perak Orang utan (Part I)

         Ramadhan merupakan suatu bulan yang penuh berkah bulan yang sangat dinanti umat muslim apalagi umat muslim yang berjualan es cendol,es dawet serta para keluarga es lainnya,hehe. Ramadhan selalu diisi dengan ibadah karena didalam bulan tersebut terdapat malam lailatul qadar yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan,lalu bagaimanakah bulan ramadhan tersebut dimata anak-anak. Ramadhan yang saya rasakan ketika anak-anak itu ialah puasa yang  berimbalan,sholat tarawih yang menipu, tadarusan berjama’ah one night one juz.

      Anak-anak merupakan dimana suatu sifat “keluguan” itu masih ada pada dirinya dan hidup masih fresh tanpa beban,tidak ada pikiran permasalahan hiruk pikuknya dunia yang fana ini, dan yang pasti tidak pernah terucap dalam diri mereka suatu kata trend zaman sekarang yaitu ‘pucing pala balbie” hehehe,sehingga apa yang mereka lakukan itu selalu sah dimata orang-orang. Islam pun mengajarkan bahwa ada batas anak-anak tersebut dikatakan wajib untuk beribadah yaitu baligh (berakal) yaitu dengan tanda jika pria mengalami mimpi basah dan wanita datangnya haid, jika hal tersebut sudah dialami oleh mereka maka status hukum dalam beribadah pun menjadi “WAJIB” dan semua muslim yang berilmu pun mengetahui, jika hukum wajib itu apabila yang mengerjakan mendapat pahala dan  yang meninggalkan mendapat dosa.

       Sebagai orang tua yang peduli dengan keberlangsungan agama anaknya dan karena merupakan sebuah kewajiban dan tanggung jawab orang tua untuk mengajarkan anaknya untuk beribadah maka setiap orang tua mulai mengajarkan cara beribadah kepada anaknya sejak dini yaitu dari anak-anak,karena untuk mencapai suatu hasil yang baik harus dilakukan dengan proses yang baik, cie elah. Tak terlepas dari orang tua saya, orang tua saya pun mengajarkan cara beribadah kepada saya sejak kecil,oke dimulai dari cerita puasa yang berimbalan. Imbalan ataupun reward, ya itu merupakan hal yang tak asing ditelinga anak-anak ketika berpuasa dibulan ramadhan,cara ampuh orang tua untuk menyuruh anaknya melaksanakan ibadah puasa,jika puasanya full sehari penuh dapat duit lima ratusan perak orang utan misalnya hehe ataupun nanti jika full satu bulan puasanya diberikan sepeda atau apalah yang membuat dia semangat untuk berpuasa,lah kalo begitu nanti niatnya berpuasa karena duit lima ratusan perak orang utan dong atau karena sepeda padahal kan beribadah harus karena Allah,ya beribadah memang niatnya harus karena Allah tetapi anak-anak kan belum baligh belum wajib untuk berpuasa dan ini cara dia belajar,cara  membiasakannya untuk berpuasa nanti kalau sudah baligh tak ada lagi imbalan ataupun reward tersebut karena dia insya Allah sudah mengerti dan belajar ilmu agama, ya begitulah namanya juga anak-anak kalo gak disogok ya gak mau,ya berarti para pejabat-pejabat korup disana masih anak-anak dong kalo disogok  baru mau, yah kalo begitu nanti kalo dijalan ketemu orang-orang tersebut,sapa aja “mau kemana dek?” hehe. Lalu ada lagi orang tua yang gak mau menyuruh anaknya untuk berpuasa karena takut nanti nyiksa anaknya, nanti anaknya terkena penyakit magh,yaelah takut nyiksa anaknya katanya,lebih baik sekarang pak/bu nyiksa anaknya daripada ntar di akhirat siksanya api neraka na’udzubillah lagian itu bukan nyiksa tapi membiasakan dan belajar lagian puasanya bertahap juga,lalu ada lagi nanti anaknya takut magh yah pak/bu puasa itu ibadah perintah Allah,Allah gak mungkin memberi perintah mencelekakan hambanya,lagian gak pernah terdengar diberita “ karena berpuasa seorang anak meninggal dunia”,lagian kalo magh kan sudah ada obatnya,jadi jangan takut hehe,saya tak bermaksud untuk mengajarkan tapi saya cuma memberikan gambaran.

    Begitulah kurang lebihnya puasa yang diajarkan orang tua saya ketika saya kecil dan itu mungkin juga dialami oleh anak-anak muslim lainnya. Berpuasa dengan imbalan walaupun secara bertahap dari awalnya berbuka jika jam 12 siang teng,kata orang dulu “puasa ngiyang-ngiyang,puasa makan siang” hehe, dan terus  berproses berjuang sampai akhirnya buka puasanya pas adzan maghrib seperti orang lainnya,Alhamdulillah. Memang sesuatu itu butuh perjuangan dan proses tak ada yang instan,mie instan aja dimasak dulu baru dimakan. Intinya masa anak-anak tidak bisa untuk dipaksa namun harus ada imbalan untuk membujuknya dan suatu hal tersebut tak bisa diraih langsung menuju hasil melainkan harus bertahap dan berproses sehingga membuat  beribadah itu menjadi mudah karena tak ada paksaan dalam agama,cie elah.Insya Allah bersambung……..