Selasa, 03 Juli 2018

Hadiah untuk Bundadari


                  Sebelum kita menghirup oksigen untuk pertama kalinya di dunia yang fana ini,tentunya ada beberapa hal yang tidak bisa kita pesan sesuai kehendak kita bak memesan model baju ke tukang jahit sesuai rancangan kita,lah iya dong jangan samakan Tuhan dengan tukang jahit. Hal tersebut contohnya seperti kita dilahirkan dengan jenis kelamin apa lalu masih saja ada yang kurang bersyukur,kurang puas tak heran banyak yang berganti jenis kelamin,operasi lalu dipotong duh,cukup jangan dibayangkan ngilu. Kemudian kita keturunan siapa maunya sih keturunan Bill Gates lah emang mau Bill Gates punya keturunan kaya situ hehehe,tempat lahir kita dimana maunya sih di Los Angles eh ternyata di aluh-aluh,nasib.

            Begitulah kira-kira hal yang tidak bisa kita pilih ketika kita terlahir di dunia,untunglah Allah itu maha adil jika dengan cara memilih sendiri  mungkin kacaulah dunia dengan segala keserakahan manusia,na’udzubillah. Begitu pula dengan kedua orang tuaku mereka terlahir di keluarga yang sederhana,bukan keturunan orang alim maupun konglomerat. Dalam halnya beribadah tentunya sebagai muslim yang taat akan melaksanakan rukun islam karena merupakan suatu kewajiban,namun semua muslim jalan hidupnya bermacam-macam ada yang bisa menunaikan rukun islam itu seutuhnya ada juga yang tidak sempat keburu ajal menjemput. Begitu pula lah ayah dan ibu kedua orang tuaku yang juga merupakan kakek-nenekku jalan hidup beliau belum ditakdirkan untuk seutuhnya menunaian rukun islam.

            Semuanya pasti sudah menduga bahwa rukun islam yang ke lima lah yang biasanya kaum muslimin-muslimat belum bisa menunaikannya walau niat itu sudah tertanam dalam hati jauh-jauh hari namun takdir berkata lain,tapi tak ada paksaan  hanya wajib bagi yang mampu,indah bukan islam ini,kita tahu sendiri sekarang antrian jamaah haji di indonesia belasan tahun wajar saja karena indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia ga tau kalau di akhirat. Alhamdulillah dengan segala kenikmatan yang diberikan oleh-Nya sekian tahun menunggu tahun ini kedua orang tuaku mendapatkan rezeki untuk bisa menunaikan ibadah haji,ekspresi kebahagiaan ini tak bisa diungkapkan kecuali dengan rasa syukur yang tiada hentinya menulis tulisan ini pun mata sambil berkaca-kaca karena rasa bahagia dan syukur terlimpah mengingat dalam keluarga yang sederhana ini belum ada yang pernah melaksanakan rukun islam ke lima tersebut.

            Bundadari begitu tulisan di kontak WhatsAppku,ibadah haji inilah hadiah bakti beliau kepada kedua orang tuanya,seluk beluk Rumah Sakit beliau ketahui bukan karena seorang pegawai di Rumah Sakit melainkan hari-hari beliau banyak dihabiskan di Rumah Sakit untuk merawat kedua orang tuanya hingga ajal menjemput bukan hanya kedua orang tuanya saja saudara tertua beliaupun ketika sakit harus di rawat di Rumah Sakit tak ketinggalan beliau ikut untuk menemani merawatnya,sungguh besar baktimu akan menjadi tauladan untukku tak salah jika ku sebut ini merupakan hadiah,ya hadiah dari baktinya selama ini kepada kedua orang tuanya,namun hadiah dari baktinya itu tak hanya dengan mendapatkan rezeki untuk menunaikan ibadah haji tapi juga dengan memiliki keturunan yang  soleh dan berbakti juga,semoga,doain dong.Aaamin.

Notes : Saat tulisan ini ditulis di tempat makan TVnya pas menayangkan siaran di Mekkah dan ada orang yang nanya minjam korek tampang perokok rupanya aku.