Sebelum kita menghirup oksigen untuk pertama
kalinya di dunia yang fana ini,tentunya ada beberapa hal yang tidak bisa kita
pesan sesuai kehendak kita bak memesan model baju ke tukang jahit sesuai
rancangan kita,lah iya dong jangan samakan Tuhan dengan tukang jahit. Hal tersebut
contohnya seperti kita dilahirkan dengan jenis kelamin apa lalu masih saja ada
yang kurang bersyukur,kurang puas tak heran banyak yang berganti jenis kelamin,operasi
lalu dipotong duh,cukup jangan dibayangkan ngilu. Kemudian kita keturunan siapa
maunya sih keturunan Bill Gates lah emang mau Bill Gates punya keturunan kaya
situ hehehe,tempat lahir kita dimana maunya sih di Los Angles eh ternyata di
aluh-aluh,nasib.
Begitulah
kira-kira hal yang tidak bisa kita pilih ketika kita terlahir di dunia,untunglah
Allah itu maha adil jika dengan cara memilih sendiri mungkin kacaulah dunia dengan segala keserakahan
manusia,na’udzubillah. Begitu pula dengan kedua orang tuaku mereka terlahir di
keluarga yang sederhana,bukan keturunan orang alim maupun konglomerat. Dalam
halnya beribadah tentunya sebagai muslim yang taat akan melaksanakan rukun islam
karena merupakan suatu kewajiban,namun semua muslim jalan hidupnya
bermacam-macam ada yang bisa menunaikan rukun islam itu seutuhnya ada juga yang
tidak sempat keburu ajal menjemput. Begitu pula lah ayah dan ibu kedua orang
tuaku yang juga merupakan kakek-nenekku jalan hidup beliau belum ditakdirkan
untuk seutuhnya menunaian rukun islam.
Semuanya
pasti sudah menduga bahwa rukun islam yang ke lima lah yang biasanya kaum
muslimin-muslimat belum bisa menunaikannya walau niat itu sudah tertanam dalam
hati jauh-jauh hari namun takdir berkata lain,tapi tak ada paksaan hanya wajib bagi yang mampu,indah bukan islam
ini,kita tahu sendiri sekarang antrian jamaah haji di indonesia belasan tahun
wajar saja karena indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia ga tau
kalau di akhirat. Alhamdulillah dengan segala kenikmatan yang diberikan
oleh-Nya sekian tahun menunggu tahun ini kedua orang tuaku mendapatkan rezeki untuk
bisa menunaikan ibadah haji,ekspresi kebahagiaan ini tak bisa diungkapkan
kecuali dengan rasa syukur yang tiada hentinya menulis tulisan ini pun mata
sambil berkaca-kaca karena rasa bahagia dan syukur terlimpah mengingat dalam
keluarga yang sederhana ini belum ada yang pernah melaksanakan rukun islam ke lima
tersebut.
Bundadari
begitu tulisan di kontak WhatsAppku,ibadah haji inilah hadiah bakti beliau
kepada kedua orang tuanya,seluk beluk Rumah Sakit beliau ketahui bukan karena
seorang pegawai di Rumah Sakit melainkan hari-hari beliau banyak dihabiskan di
Rumah Sakit untuk merawat kedua orang tuanya hingga ajal menjemput bukan hanya
kedua orang tuanya saja saudara tertua beliaupun ketika sakit harus di rawat di
Rumah Sakit tak ketinggalan beliau ikut untuk menemani merawatnya,sungguh besar
baktimu akan menjadi tauladan untukku tak salah jika ku sebut ini merupakan
hadiah,ya hadiah dari baktinya selama ini kepada kedua orang tuanya,namun
hadiah dari baktinya itu tak hanya dengan mendapatkan rezeki untuk menunaikan
ibadah haji tapi juga dengan memiliki keturunan yang soleh dan berbakti juga,semoga,doain dong.Aaamin.
Notes : Saat tulisan ini ditulis di
tempat makan TVnya pas menayangkan siaran di Mekkah dan ada orang yang nanya
minjam korek tampang perokok rupanya aku.