Langit
yang cerah serta terik matahari sedang hangat-hangatnya menyinari sang bumi
yang sudah tua renta ini. Terdapatlah seorang Kakek paruh baya berbadan kurus dan
tinggi yang sedang santai dengan becak tuanya menunggu penumpang yang habis berbelanja di pasar. Tak
lama kemudian datanglah seorang Ibu muda berbadan bulat gempal seperti atlet
sumo dari Jepang dengan membawa hasil belanjaan yang banyak menghampiri Kakek
tersebut,lalu terjadilah perbincangan yang hangat diantara mereka :
Ibu muda : “ Kek,berapa tarif becak ke rumah saya di
Jl.Pangeran Antasari ?”. (kira- kira jaraknya
5 km dari pasar).
Kakek : “
10 ribu rupiah saja bu ”.
Ibu muda :”
Waduh kek mahal amat, 5 ribu aja kek gimana?”.
Kakek
: “ Iya bisa bu,tp Ibu yang ngayuh becaknya ya,saya
yang duduk di dalam hehe “. (kakeknya
melucu). “ Ya ga bisa lah bu,orang itu sudah harga pasarannya gitu kok”.
Ibu muda :
(dengan muka sewot dan nada yang tinggi ) “yoweslah kek ! “.
Kakek
paruh baya itupun memasukkan barang-barang belanjaan Ibu tersebut ke dalam
becak tuanya,dan Ibu itu pun secara perlahan naik ke becak tua dan memasukkan
badannya yang bulat gempal dengan terengah-engah. Dengan sisa kekuatan yang ada
dengan gagahnya Kakek tersebut mulai mengayuh becaknya,roda becak semakin laju
berputar di atas panasnya aspal dan diselingi dengan suara gesekan antara
rantai dan ger yang sudah mulai berkarat,Ibu itu pun seakan-akan terbang karena
terpaan angin. Tak lama kemudian terlihat dari jauh jembatan tinggi menjulang
yang sangat di takuti oleh para tukang becak, dengan nada lembut Kakek itupun berkata
kepada Ibu tersebut “ Bu,apakah Ibu bisa turun sebentar karena kita mau mendaki
jembatan yang tinggi saya tak sanggup untuk mengayuh becaknya”, dengan nada
tinggi Ibu itupun menjawab “ Siapa suruh jadi tukang becak ! usaha dong !Dasar
tua bangka ! Panas tau ! pokoknya saya tidak mau turun ! “. Dengan ikhlas Kakek
itupun mengayuh becaknya namun tak lama kemudian Kakek itu turun dari becaknya
dan memutuskan untuk mendorongnya saja. Akhirnya Kakek paruh baya beserta becak
tuanya dan tentu saja Ibu yang bertubuh bulat gempal tersebut berhasil menaiki
jembatan tersebut.Alhamdulillah ucap Kakek paruh baya tersebut dengan penuh
rasa syukur.
Tak
lama kemudian setelah melewati jembatan terlihat turunan jembatan yang cukup
curam alhasil Kakek paruh baya itupun kembali untuk meminta Ibu tersebut untuk
turun karena itu sangat berbahaya,namun Ibu tersebut tetap saja mengelak dan
tak mau turun.Kakek tersebut berhenti untuk istirahat sebentar sambil mengelap
keringat namun tiba-tiba saja becak tua itu meluncur laju seperti roket, walhasil
tak lama kemudian becak tua itupun terjungkal karena saking beratnya beban di
depan daripada di belakang dan Ibu itupun beserta barang belanjaannya tersebut
menggelinding bagai bola bekel,Kakek paruh baya itu terengah-engah sambil
mengejar becak tuanya yang tiba-tiba saja meluncur sekejap mata. Kakek tua itu selamat
karena belum sempat menaiki becak tersebut .Akhirnya niat hati sampai ke rumah tercinta
alhasil sampai juga di rumah namun rumah yang ada kamar UGD nya alias rumah
sakit. SEKIAN. Hehehehehe
Dalam
cerpen tersebut kita bisa mengambil hikmah ataupun intisari pelajarannya di
antaranya sesama manusia dan sesama muslim khususnya haruslah kita saling
tolong menolong dalam hal apapun jika tidak bisa dengan materi bisa dengan
tenaga, jika tidak bisa dengan tenaga bisa dengan pikiran, jika tidak bisa juga
dengan pikiran maka dengan satu-satunya jalan terakhir dan semua orang pasti
bisa yaitu dengan do’a,memberikan do’a-do’a yang terbaik kepada saudara kerabat
yang kita tolong.
Sebuah
watak keegoisan dan tak
berprikemanusiaan serta tak mau menolong dari seorang Ibu muda tersebut sangat
tak patut untuk di contoh terutama kita wahai anak muda.Tak sepantasnya seorang
Ibu bertubuh bulat gempal tersebut menaiki becak yang di kayuh oleh seorang
Kakek kurus paruh baya,apalagi harga tarifnya di tawar lagi sungguh pelitnya
hidup, padahal disana masih banyak tukang becak lain yang lebih muda kekar kuat
lagi perkasa. Sangat di sayangkan juga karena keegoisannya dan kepurunannya (ketegaannya) Ibu tersebut
tak mau menolong Kakek tersebut untuk turun sebentar dari becak sembari menaiki
dan menuruni jembatan saja. Bahkan sempat saja Ibu itu ngomel dan berbicara kasar
yang tak sepatutnya di ucapkan kepada orang lain betapa sakitnya hati Kakek
tersebut.
Kata
Guruku apapun bentuk kenakalan ataupun kejahatan yang kita lakukan kepada
saudara muslim lainnya maka jika badan ataupun jasad orang tersebut di sakiti maka
Nabi Adam as yang menangis dan apabila sampai kepada hati orang yang sakit maka
Rasulullah SAW yang menangis,siapapun orang yang kita sakiti baik jasadnya
ataupun hatinya maka dosanya sangat besar. Andai tak ada hijab di antara kita
pasti tentulah kita takkan tega menyakiti saudara kita sesama muslim baik dari
fisik maupun hatinya karena sesungguhnya Nabi Adam as dan Rasulullah SAW lah
yang akan menangis jika ada dari kalangan umat muslim yang disakiti baik
raganya ataupun hatinya,tentulah kita tak tega menyakiti kedua Nabiyullah
tersebut. Karena kita sudah tahu akan hal ini saya pun merasa menyesal dahulu
suka mengejek-ngejek dan menyakiti
teman-teman saya baik itu mencubit mengolok-olok dan hal-hal negatif lainnya,tapi
apalah daya itu adalah sebuah masa lalu biarlah itu menjadi pengalaman dan
berusaha agar tidak mengulanginya lagi dan mulai sekarang yuk mari kita jaga
saudara-saudari kita umat muslim lainnya,jangan pernah sesekali untuk menyakiti
raga,tubuh ataupun jasadnya dan juga yang paling penting itu hatinya. Karena
kita bersaudara. Andai saja semua umat muslim mengetahui dan mengamalkan hal
ini maka insya Allah berita-berita di media mengenai kekerasan,penganiayaan dan
hal sebagainya takkan ada dan acara gosip di TV pun tak ramai seperti sekarang
ini. Semoga kita selalu di beri taufiq hidayah dan selalu ada dalam
lindungan-Nya.Aamin.Wallahu’alamubishowab. ( edtr:RN)