Minggu, 12 Januari 2014

Becak Tua yang Malang



Langit yang cerah serta terik matahari sedang hangat-hangatnya menyinari sang bumi yang sudah tua renta ini. Terdapatlah seorang Kakek paruh baya berbadan kurus dan tinggi yang sedang santai dengan becak tuanya menunggu  penumpang yang habis berbelanja di pasar. Tak lama kemudian datanglah seorang Ibu muda berbadan bulat gempal seperti atlet sumo dari Jepang dengan membawa hasil belanjaan yang banyak menghampiri Kakek tersebut,lalu terjadilah perbincangan yang hangat diantara mereka :
Ibu muda                   : “ Kek,berapa tarif becak ke rumah saya di Jl.Pangeran Antasari ?”. (kira-  kira     jaraknya 5 km dari pasar).
Kakek                         :  “ 10 ribu rupiah saja bu ”.
Ibu muda                  :” Waduh kek mahal amat, 5 ribu aja kek gimana?”.
Kakek                       : “ Iya bisa bu,tp Ibu yang ngayuh becaknya ya,saya yang duduk di  dalam hehe “. (kakeknya melucu). “ Ya ga bisa lah bu,orang itu sudah harga pasarannya gitu kok”.
Ibu muda                  : (dengan muka sewot dan nada yang tinggi ) “yoweslah kek ! “.
Kakek paruh baya itupun memasukkan barang-barang belanjaan Ibu tersebut ke dalam becak tuanya,dan Ibu itu pun secara perlahan naik ke becak tua dan memasukkan badannya yang bulat gempal dengan terengah-engah. Dengan sisa kekuatan yang ada dengan gagahnya Kakek tersebut mulai mengayuh becaknya,roda becak semakin laju berputar di atas panasnya aspal dan diselingi dengan suara gesekan antara rantai dan ger yang sudah mulai berkarat,Ibu itu pun seakan-akan terbang karena terpaan angin. Tak lama kemudian terlihat dari jauh jembatan tinggi menjulang yang sangat di takuti oleh para tukang becak, dengan nada lembut Kakek itupun berkata kepada Ibu tersebut “ Bu,apakah Ibu bisa turun sebentar karena kita mau mendaki jembatan yang tinggi saya tak sanggup untuk mengayuh becaknya”, dengan nada tinggi Ibu itupun menjawab “ Siapa suruh jadi tukang becak ! usaha dong !Dasar tua bangka ! Panas tau ! pokoknya saya tidak mau turun ! “. Dengan ikhlas Kakek itupun mengayuh becaknya namun tak lama kemudian Kakek itu turun dari becaknya dan memutuskan untuk mendorongnya saja. Akhirnya Kakek paruh baya beserta becak tuanya dan tentu saja Ibu yang bertubuh bulat gempal tersebut berhasil menaiki jembatan tersebut.Alhamdulillah ucap Kakek paruh baya tersebut dengan penuh rasa syukur.
Tak lama kemudian setelah melewati jembatan terlihat turunan jembatan yang cukup curam alhasil Kakek paruh baya itupun kembali untuk meminta Ibu tersebut untuk turun karena itu sangat berbahaya,namun Ibu tersebut tetap saja mengelak dan tak mau turun.Kakek tersebut berhenti untuk istirahat sebentar sambil mengelap keringat namun tiba-tiba saja becak tua itu meluncur laju seperti roket, walhasil tak lama kemudian becak tua itupun terjungkal karena saking beratnya beban di depan daripada di belakang dan Ibu itupun beserta barang belanjaannya tersebut menggelinding bagai bola bekel,Kakek paruh baya itu terengah-engah sambil mengejar becak tuanya yang tiba-tiba saja meluncur sekejap mata. Kakek tua itu selamat karena belum sempat menaiki becak tersebut .Akhirnya niat hati sampai ke rumah tercinta alhasil sampai juga di rumah namun rumah yang ada kamar UGD nya alias rumah sakit. SEKIAN. Hehehehehe
Dalam cerpen tersebut kita bisa mengambil hikmah ataupun intisari pelajarannya di antaranya sesama manusia dan sesama muslim khususnya haruslah kita saling tolong menolong dalam hal apapun jika tidak bisa dengan materi bisa dengan tenaga, jika tidak bisa dengan tenaga bisa dengan pikiran, jika tidak bisa juga dengan pikiran maka dengan satu-satunya jalan terakhir dan semua orang pasti bisa yaitu dengan do’a,memberikan do’a-do’a yang terbaik kepada saudara kerabat yang kita tolong.
Sebuah watak keegoisan  dan tak berprikemanusiaan serta tak mau menolong dari seorang Ibu muda tersebut sangat tak patut untuk di contoh terutama kita wahai anak muda.Tak sepantasnya seorang Ibu bertubuh bulat gempal tersebut menaiki becak yang di kayuh oleh seorang Kakek kurus paruh baya,apalagi harga tarifnya di tawar lagi sungguh pelitnya hidup, padahal disana masih banyak tukang becak lain yang lebih muda kekar kuat lagi perkasa. Sangat di sayangkan juga karena keegoisannya dan kepurunannya (ketegaannya) Ibu tersebut tak mau menolong Kakek tersebut untuk turun sebentar dari becak sembari menaiki dan menuruni jembatan saja. Bahkan sempat saja Ibu itu ngomel dan berbicara kasar yang tak sepatutnya di ucapkan kepada orang lain betapa sakitnya hati Kakek tersebut.
Kata Guruku apapun bentuk kenakalan ataupun kejahatan yang kita lakukan kepada saudara muslim lainnya maka jika badan ataupun jasad orang tersebut di sakiti maka Nabi Adam as yang menangis dan apabila sampai kepada hati orang yang sakit maka Rasulullah SAW yang menangis,siapapun orang yang kita sakiti baik jasadnya ataupun hatinya maka dosanya sangat besar. Andai tak ada hijab di antara kita pasti tentulah kita takkan tega menyakiti saudara kita sesama muslim baik dari fisik maupun hatinya karena sesungguhnya Nabi Adam as dan Rasulullah SAW lah yang akan menangis jika ada dari kalangan umat muslim yang disakiti baik raganya ataupun hatinya,tentulah kita tak tega menyakiti kedua Nabiyullah tersebut. Karena kita sudah tahu akan hal ini saya pun merasa menyesal dahulu suka mengejek-ngejek  dan menyakiti teman-teman saya baik itu mencubit mengolok-olok dan hal-hal negatif lainnya,tapi apalah daya itu adalah sebuah masa lalu biarlah itu menjadi pengalaman dan berusaha agar tidak mengulanginya lagi dan mulai sekarang yuk mari kita jaga saudara-saudari kita umat muslim lainnya,jangan pernah sesekali untuk menyakiti raga,tubuh ataupun jasadnya dan juga yang paling penting itu hatinya. Karena kita bersaudara. Andai saja semua umat muslim mengetahui dan mengamalkan hal ini maka insya Allah berita-berita di media mengenai kekerasan,penganiayaan dan hal sebagainya takkan ada dan acara gosip di TV pun tak ramai seperti sekarang ini. Semoga kita selalu di beri taufiq hidayah dan selalu ada dalam lindungan-Nya.Aamin.Wallahu’alamubishowab. ( edtr:RN)


                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar