Hidup Bagai Siklus Hujan
Sore yang indah di akhir
bulan Dzulhijjah yang berarti akhir tahun 1434 H. Bumi di selimuti oleh awan
hitam tebal,hawa dingin mengepung dan butiran-butiran air jernih yang saling
turun bergerombolan dengan satu tujuan yang sama yaitu membasahi bumi . Serasa butiran-butiran itu membuat kolaborasi
musik yang indah dengan memadukan atap genteng rumah sebagai alat musiknya. Tapi
lama kelamaan kolaborasi yang indah itu terasa bosan didengar dan timbullah
benak dalam hati dan berkata “ berisik “ hehe.
Tersadarkah pada diri ini seketika hujan itu tiba ke bumi turun dari
langit lalu membasahi segala yang ada di bumi, awal mulanya saya kira itu merupakan
air yang memang berasal dari langit, ada simpanan air khusus yang ada di langit
kemudian diturunkan ke bumi bila waktunya telah tiba. Ternyata itu salah besar
setelah saya belajar awal turunnya hujan itu pada dasarnya adalah berasal dari
penguapan yang terjadi di bumi. Bagaiamana itu terjadi ? oke saya akan jelaskan
sedikit di sini.
Awalnya mulanya air yang
ada di bumi mengalami penguapan (evaporasi) akibat dari panas matahari,
kemudian uap air akan terkumpul di udara dan mengalami kepadatan (kondensasi).
Hasil dari kondensasi tersebut yang di kenal dengan sebutan awan. Akibat terbawa angin yang bergerak,
awan-awan tersebut saling bertemu dan membesar dan kemudian menuju ke atmosfir
bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es
dan air. Karena terlalu berat dan tidak mampu lagi ditopang angin akhirnya
butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi, proses ini
disebut juga (proses presipitasi). Karena
semakin rendah, mengakibatkan suhu semakin naik maka es atau salju akan mencair, namun jika suhunya sangat
rendah, maka akan turun tetap menjadi salju.
Tanpa kita sadari air
hujan yang turun ke bumi itu berasal dari bumi dengan kata lain “ dari bumi kembali ke bumi “, “from the earth back to the earth “. Sepertinya halnya
hidup ini manusia di ciptakan dari tanah,sebagaimana firman Allah SWT : “Sesungguhnya
Aku akan menciptakan manusia dari tanah. ” (Shad : 71). Kita tak ada yang tahu
dari tanah mana tubuh kita ini di ciptakan, kata guruku ketika orang meninggal
dan di kuburkan di tempat (tanah) itu, maka dari situ pula lah tanah di ambil
untuk menciptakan dirinya . Lalu ketika roh kita di tarik keluar dari jasad
kita maka kita akan kembali ke tempat berlubang persegi panjang yang tak lain bernama
tanah. Dengan kata lain “ dari tanah
kembali ke tanah “, “from the ground back to the ground “ . Sungguh tiada orang yang lebih mulia jasmaninya
di sisi Allah, tiada yang lebih ganteng tiada yang lebih cantik semuanya sama
dari tempat yang hina yang setiap waktu di injak oleh makhluk hidup yang berada
di bumi baik itu menggunakan sendal ataupun sepatu yang bernajis ataupun sepatu
yang harganya super mewah, dan nama tempat tersebut adalah tanah. Manusia itu
semua sama derajatnya di sisi Allah, kecuali amal ibadahnya. Agar hilang kesombongan di hati dengan
kesempurnaan jasmani yang dimiliki dan agar kita bertasbih memuji-Nya dengan
segala kekurangan yang kita miliki. Dari tanah
manusia berasal dan pada akhirnya akan kembali menjadi tanah. Mungkin ini bisa
menjadi bahan renungan untuk kita semua. Wallahu’alam bisshowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar