Selasa, 11 Oktober 2016

Gengsi gede,utang bejibun



Sejak kecil mungkin kita  sudah mengetahui pepatah lama ini “besar pasak daripada tiang”,yang banyak diartikan orang-orang merupakan suatu permasalahan yaitu  pengeluaran lebih banyak ketimbang pemasukan,repotkan,iya memang,tak heran dizaman semodern dan secanggih sekarang ini gaya hidup seperti pepatah tersebut tersebar diseluruh kalangan,dari ABG hingga kaum sosialita,dari yang tinggal di pedesaaan hingga di perkotaaan,tidak semua memang tapi ya adalah. Apasih akibatnya yang terjadi dari hal tersebut tentunya hutang melimpah ruah SBA (Setiap Bank Ada),pegadaian terisi banyak barang berharga,dan untuk para ABG akan menjadi STA (Setiap Teman Ada) hutangnya,menyusahkan diri sendirikan,iya memang. Lalu,apa sih yang menjadi penyebabnya saya cuma menebak namun sepertinya memang ini penyebabnya yaitu “gengsi” yang besar khsususnya dalam segi ekonomi. 

Gengsi itu ibarat suatu kehormatan atau harga diri bagi dirinya jika tidak melakukan hal tersebut rasa-rasanya harga dirinya tidak ada,terlalu membebankan bukan,banyak kasus dijumpai khsusus para ABG misal ketika diajak liburan ke luar kota sama geng sahabatnya namun dia saat itu tidak punya uang,mau minta sama orang tua tidak dikasih,akhirnya minjam sama temen dengan alasan apalah namun bukan karena dirinya sendiri karena malu masa orang kaya minjam duit, tapi membuat seakan-akan  yang membutuhkan duit itu misal keluarganya, double kemunafikan yang terselebung bukan,pertama tidak mau jujur bahwa tidak punya duit,yang kedua ngutang tidak mau  atas nama dirinya. Apa untungnya hal tersebut nehi nehi tidak ada kawan,malah memperburuk keadaan yang pertama harus mencari duit untuk bayar hutang,ya syukur kalau lunas ya kalau tidak namamu dan nama keluaragamu menjadi buruk dimata orang.

Runyam memang jika sejak ABG sudah membiasakan dengan gaya hidup gengsi,bagaimana nanti kalau sudah besar jika mau menikah misal punya duit sedikit namun punya gengsi gede tidak lain karena makan omongan orang lain,yang cuman bermodalkan mulut doang,akhirnya kita kemakan omongannya dan ngutang lagi,bikin acara pernikahan semewah mungkin padahal dari hasil ngutang,ketika acara berkahir orang yang ngomongin itu perlahan dengan santai pulang kerumah masing-masing dan akhirnya kita yang pusing memikirkan cara untuk membayar hutang tersebut,andai orang yang ngomongin itu juga ikut membayarkan hutang wesss ademmm…maka inilah yang disebut penyiksaan diri sendiri yang terselubung,andai tidak kemakan omongan orang lain ini dan itu,tentunya acara resepsi pernikahan tersebut dilaksanakan dengan kemampuan kita sendiri tak perlu ngutang sana sini,acara berakhir tak perlu ada yang dipikirkan,orang tua tidak terbebani dan hidup menjadi bahagia bukan. Itulah mengapa gengsi itu sangat berbahaya khususnya gengsi dalam segi ekonomi.

Jujur apa adanya jika tidak punya
Jujur tidak akan menurunkan harga dirimu
Tidak ada yang membenci orang yang jujur,kecuali jika kamu jujur menyatakan cinta pada wanita yang sudah bersuami,hehehehe.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Pelet ! situ laki ?



Setiap tahun zaman semakin modern,penemuan demi penemuaan teknologi semakin canggih,disetiap belahan dunia orang berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi terbaru untuk untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi,akses komunikasi antar manusiapun semakin gampang yang dulunya hanya bisa kirim via surat-menyurat berminggu-minggu baru sampai itupun kalau sampai ,tapi  sekarang tinggal pencet wajah kita dan wajah orang yang kita hubungi sudah terpampang jelas di layar walau orangnya diujung dunia sekalipun.
Tersadar oleh kita dalam halnya mencari pasangan hidup itu adalah lumrah bagi setiap insan manusia yang ingin segera melepas masa lajang dan terutama bagi muslim untuk mengerjakan sunah Rasulullah SAW. Berbagai macam cara yang dilakukan seorang lelaki ataupun wanita yang ingin menarik perhatian lawan jenisnya,berbagai macam kode dilakukan,berbagai macam usaha dilakukan,berbagai macam trik dilakukan dizaman secanggih ini demi menarik perhatian lawan jenis yang sangat disukainya,terutama para lelaki. Adakalanya hal tersebut mendapatkan nol besar sangat tidak membuahkan hasil, tentunya itu sangat mengecewakan karena kata orang beda keyakinan kita yakin mau dia yakin tidak,hal tersebut sangat menyakitkan kawan.
Lelaki yang gentle tentunya setelah melakukan usaha dan tidak membuahkan hasil tentunya sadar diri dan menyadari bahwa itu bukan jodohnya dan perlahan melangkah pergi untuk “move on” namun ternyata  dizaman secanggih sekarang masih saja ada orang yang berpikiran kolot,sangat jauh dari kata gentle yaitu pergi ke dukun seperti pepatah “Cinta ditolak,dukun bertindak”. Wahai kawan cinta itu tidak bisa dipaksa apalagi dipelet,sehebat-hebat peletanmu dia nanti akan tersadar dan pasti akan menjauh darimu,marilah dizaman secanggih ini lupakanlah dukun lupakanlah peletan,mari mencari cinta yang hakiki atas ridho-Nya bukan atas Mbah dukun. Jika caramu masih main pelet,kejantantanmu patut dipertanyakan.

 Janganlah kau beri sedikit celah harapan dalam hatimu,jika dirimu ragu.
Jangan biarkan celah itu terbuka lebar,jika kau tak merasa terselip rindu.
Biarkan celah itu menemukan sendiri mana yang pantas untuk menjadi cahaya didalam hidupnya.
Karena cahaya itu akan selalu menyinarimu kapanpun dan dimanpun kau berada.