Sejak kecil mungkin kita sudah mengetahui pepatah lama ini “besar pasak
daripada tiang”,yang banyak diartikan orang-orang merupakan suatu permasalahan
yaitu pengeluaran lebih banyak ketimbang
pemasukan,repotkan,iya memang,tak heran dizaman semodern dan secanggih sekarang
ini gaya hidup seperti pepatah tersebut tersebar diseluruh kalangan,dari ABG
hingga kaum sosialita,dari yang tinggal di pedesaaan hingga di perkotaaan,tidak
semua memang tapi ya adalah. Apasih akibatnya yang terjadi dari hal tersebut
tentunya hutang melimpah ruah SBA (Setiap Bank Ada),pegadaian terisi banyak
barang berharga,dan untuk para ABG akan menjadi STA (Setiap Teman Ada)
hutangnya,menyusahkan diri sendirikan,iya memang. Lalu,apa sih yang menjadi
penyebabnya saya cuma menebak namun sepertinya memang ini penyebabnya yaitu “gengsi”
yang besar khsususnya dalam segi ekonomi.
Gengsi itu ibarat suatu kehormatan atau
harga diri bagi dirinya jika tidak melakukan hal tersebut rasa-rasanya harga
dirinya tidak ada,terlalu membebankan bukan,banyak kasus dijumpai khsusus para
ABG misal ketika diajak liburan ke luar kota sama geng sahabatnya namun dia saat
itu tidak punya uang,mau minta sama orang tua tidak dikasih,akhirnya minjam
sama temen dengan alasan apalah namun bukan karena dirinya sendiri karena malu masa
orang kaya minjam duit, tapi membuat seakan-akan yang membutuhkan duit itu misal keluarganya,
double kemunafikan yang terselebung bukan,pertama tidak mau jujur bahwa tidak
punya duit,yang kedua ngutang tidak mau atas nama dirinya. Apa untungnya hal tersebut
nehi nehi tidak ada kawan,malah memperburuk keadaan yang pertama harus mencari
duit untuk bayar hutang,ya syukur kalau lunas ya kalau tidak namamu dan nama
keluaragamu menjadi buruk dimata orang.
Runyam memang jika sejak ABG sudah
membiasakan dengan gaya hidup gengsi,bagaimana nanti kalau sudah besar jika
mau menikah misal punya duit sedikit namun punya gengsi gede tidak lain karena
makan omongan orang lain,yang cuman bermodalkan mulut doang,akhirnya kita
kemakan omongannya dan ngutang lagi,bikin acara pernikahan semewah mungkin
padahal dari hasil ngutang,ketika acara berkahir orang yang ngomongin itu
perlahan dengan santai pulang kerumah masing-masing dan akhirnya kita yang
pusing memikirkan cara untuk membayar hutang tersebut,andai orang yang
ngomongin itu juga ikut membayarkan hutang wesss ademmm…maka inilah yang
disebut penyiksaan diri sendiri yang terselubung,andai tidak kemakan omongan
orang lain ini dan itu,tentunya acara resepsi pernikahan tersebut dilaksanakan
dengan kemampuan kita sendiri tak perlu ngutang sana sini,acara berakhir tak
perlu ada yang dipikirkan,orang tua tidak terbebani dan hidup menjadi bahagia
bukan. Itulah mengapa gengsi itu sangat berbahaya khususnya gengsi dalam segi
ekonomi.
Jujur apa adanya jika tidak punya
Jujur tidak akan menurunkan harga
dirimu
Tidak ada yang membenci orang yang
jujur,kecuali jika kamu jujur menyatakan cinta pada wanita yang sudah
bersuami,hehehehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar