Sabtu, 08 Oktober 2016

Pelet ! situ laki ?



Setiap tahun zaman semakin modern,penemuan demi penemuaan teknologi semakin canggih,disetiap belahan dunia orang berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi terbaru untuk untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi,akses komunikasi antar manusiapun semakin gampang yang dulunya hanya bisa kirim via surat-menyurat berminggu-minggu baru sampai itupun kalau sampai ,tapi  sekarang tinggal pencet wajah kita dan wajah orang yang kita hubungi sudah terpampang jelas di layar walau orangnya diujung dunia sekalipun.
Tersadar oleh kita dalam halnya mencari pasangan hidup itu adalah lumrah bagi setiap insan manusia yang ingin segera melepas masa lajang dan terutama bagi muslim untuk mengerjakan sunah Rasulullah SAW. Berbagai macam cara yang dilakukan seorang lelaki ataupun wanita yang ingin menarik perhatian lawan jenisnya,berbagai macam kode dilakukan,berbagai macam usaha dilakukan,berbagai macam trik dilakukan dizaman secanggih ini demi menarik perhatian lawan jenis yang sangat disukainya,terutama para lelaki. Adakalanya hal tersebut mendapatkan nol besar sangat tidak membuahkan hasil, tentunya itu sangat mengecewakan karena kata orang beda keyakinan kita yakin mau dia yakin tidak,hal tersebut sangat menyakitkan kawan.
Lelaki yang gentle tentunya setelah melakukan usaha dan tidak membuahkan hasil tentunya sadar diri dan menyadari bahwa itu bukan jodohnya dan perlahan melangkah pergi untuk “move on” namun ternyata  dizaman secanggih sekarang masih saja ada orang yang berpikiran kolot,sangat jauh dari kata gentle yaitu pergi ke dukun seperti pepatah “Cinta ditolak,dukun bertindak”. Wahai kawan cinta itu tidak bisa dipaksa apalagi dipelet,sehebat-hebat peletanmu dia nanti akan tersadar dan pasti akan menjauh darimu,marilah dizaman secanggih ini lupakanlah dukun lupakanlah peletan,mari mencari cinta yang hakiki atas ridho-Nya bukan atas Mbah dukun. Jika caramu masih main pelet,kejantantanmu patut dipertanyakan.

 Janganlah kau beri sedikit celah harapan dalam hatimu,jika dirimu ragu.
Jangan biarkan celah itu terbuka lebar,jika kau tak merasa terselip rindu.
Biarkan celah itu menemukan sendiri mana yang pantas untuk menjadi cahaya didalam hidupnya.
Karena cahaya itu akan selalu menyinarimu kapanpun dan dimanpun kau berada.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar